Bataragoa Weblog

Antisipasi Bencana dalam Kebijakan Tentang Air

Posted in Makalah by Geritz on Februari 22, 2008

Antisipasi Bencana dalam Kebijakan Tentang Air[1]

Sebuah Telaah Gerakan Rakyat Menentang Keluarnya Kebijakan Kenaikan Tarif PDAM

Geritz Febrianto R. Bataragoa, Nick T Wiratmoko, Sumadi

ABSTRACT

Public policy making concerning water which is non-participatory immediately resulted on the resistance of water users in Salatiga. The policy of PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum – Local State Water Government) which was established in such a way potentially leads to governance disaster in terms of water governance, politics, participation, accountability, and transparency. It has to be balanced with policy advocation which principally should start with the building of awareness and empowerment of the water users, government aparatus, and political power community as well as the Civil Society Organisation community itself. The balance of the state aparatuses, the power of the water users community, and the political power community is necessary for the interrelatedness imperative for water governance. The praxis of the advocation necessarily involves all possible power of different elements which has to be materialized into political system, laws, regulation, institutions, financial mechanism, and water users community development, and users’s rights. One of the ways of the advocation is through social movement. The attempt to anticipate governmental disaster above will in its turn be sustainable through the establishment of deliberative democracy in water governance, which will be indicated by participation, accountability, and transparency. Keywords: good governance, deliberative democracy, socio-political movement, public policy advocacy, water governance, governance disaster

Pengantar

Terbitnya SK Peraturan Walikota (Perwali) No 36/2006 2006 ternyata mengundang pro dan kontra. Argumentasi pro kenaikan tarif adalah bahwa demi karena penyesuaian kemahalan. Pihak yang kontra berargumentasi bahwa kenaikan lebih dari 100 persen merupakan sebuah kebijakan yang menyesakkan komunitas pelanggan. Dalam perjalanan waktu, ternyata kebijakan ini semakin mengundang perhatian dari kalangan aktivis partai, mahasiswa dan kalangan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), akademisi, (more…)

Iklan
Tagged with: , , ,

Artikel ini kiriman teman ke e-mail saya…

Posted in Filsafat, Makalah by Geritz on Februari 22, 2008

Alam Semesta sebagai Hologram

Pada tahun 1982 terjadi suatu peristiwa yang menarik. Di Universitas Paris, sebuah tim peneliti dipimpin oleh Alain Aspect melakukan suatu eksperimen yang mungkin merupakan eksperimen yang paling penting di abad ke-20. Anda tidak mendapatkannya dalam berita malam. Malah, kecuali Anda biasa membaca jurnal-jurnal ilmiah, Anda mungkin tidak pernah mendengar nama Aspect, sekalipun sementara orang merasa temuannya itu mungkin akan mengubah wajah sains.

Aspect bersama timnya menemukan bahwa dalam lingkungan tertentu partikel-partikel subatomik, seperti elektron, mampu berkomunikasi dengan seketika satu sama lain tanpa tergantung pada jarak yang memisahkan mereka. Tidak ada bedanya apakah mereka terpisah 10 kaki atau 10 milyar km satu sama lain.

Entah bagaimana, tampaknya setiap partikel selalu tahu apa yang dilakukan oleh partikel lain. Masalah yang ditampilkan oleh temuan ini adalah bahwa hal itu melanggar prinsip Einstein yang telah lama dipegang, yakni bahwa tidak ada komunikasi yang mampu berjalan lebih cepat daripada kecepatan cahaya.

Oleh karena berjalan melebihi kecepatan cahaya berarti menembus dinding waktu, maka prospek yang menakutkan ini menyebabkan sementara ilmuwan fisika mencoba menyusun teori yang dapat menjelaskan temuan Aspect. Namun hal itu juga mengilhami sementara ilmuwan lain untuk menyusun teori yang lebih radikal lagi.

Pakar fisika teoretik dari Universitas London, David Bohm, misalnya, yakin bahwa temuan Aspect menyiratkan bahwa realitas obyektif itu tidak ada; bahwa sekalipun tampaknya pejal [solid], alam semesta (more…)

Tagged with: ,

Sebelas Asumsi Keliru tentang harga listrik PLTN

Posted in PLTN by Geritz on Februari 22, 2008

INFO ENERGI – 17 Juni 2007

Sebelas Asumsi Keliru tentang harga listrik PLTN

Perhitungan keekonomian PLTN selalu menjadi bahan kontroversi yang tiada habisnya. Kalangan industri nuklir dan pihak-pihak lain yang pro nuklir selalu menyajikan perhitungan biaya listrik PLTN yang terlampau optimistik. Berikut ini adalah 11 kekeliruan asumsi yang menyebabkan biaya PLTN kelihatan murah.

1. Biaya konstruksi 1000-2000 USD/kW

Biaya konstruksi PLTN diasumsikan secara optimistik sebesar 1000-2000 USD/kW (OECD, 2005; MIT, 2003; DGEMP, 2003; CERI, 2004). Untuk menguji validitas asumsi tersebut kita bisa mengambil contoh kasus pembangunan PLTN Olkiluoto. Kasus ini cukup menarik karena merupakan kontrak pembangunan PLTN yang masih baru, proses transaksinya relatif terpantau serta besaran-besarannya bisa diukur. Nilai kontrak tersebut juga dipakai sebagai acuan dalam berbagai studi keekonomian PLTN akhir-akhir ini (RAE, 2004; DTI, 2007).

Nilai kontrak pembangunan PLTN Olkiluoto yang berkapasitas 1600 MW adalah 3 milyar Euro atau sekitar 2450 (more…)

Tagged with:

Menjadi Pahlawan perlu “Fit and Proper Test”

Posted in Makalah by Geritz on Februari 22, 2008

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Pusat Bahasa (1988), kata pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Jadi ada tiga aspek kepahlawanan, yakni (1) keberanian, (2) pengorbanan, (3) membela kebenaran. Sebelum atau sesudah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, dalam berhadapan dengan penjajah, definisi pahlawan itu lebih mudah dirumuskan.

Mantan Presiden HM Soeharto meninggal dunia. Banyak kontroversi yang dibuat selama 32 tahun memimpin bangsa Indonesia, namun harus pula diakui tidak sedikit Jasa yang diberikan. Namun hasil akhir tetap yang paling sering menjadi penilaian khalayak.

Melihat jasa-jasa yang diberikan oleh HM Soeharto, maka beberapa pihak mengusulkan untuk diberikan gelar pahlawan untuknya. Tetapi tidak sedikit pula yang berpendapat bahwa HM Seoharto tidak berhak (more…)