Bataragoa Weblog

Menjadi Pahlawan perlu “Fit and Proper Test”

Posted in Makalah by Geritz on Februari 22, 2008

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Pusat Bahasa (1988), kata pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Jadi ada tiga aspek kepahlawanan, yakni (1) keberanian, (2) pengorbanan, (3) membela kebenaran. Sebelum atau sesudah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, dalam berhadapan dengan penjajah, definisi pahlawan itu lebih mudah dirumuskan.

Mantan Presiden HM Soeharto meninggal dunia. Banyak kontroversi yang dibuat selama 32 tahun memimpin bangsa Indonesia, namun harus pula diakui tidak sedikit Jasa yang diberikan. Namun hasil akhir tetap yang paling sering menjadi penilaian khalayak.

Melihat jasa-jasa yang diberikan oleh HM Soeharto, maka beberapa pihak mengusulkan untuk diberikan gelar pahlawan untuknya. Tetapi tidak sedikit pula yang berpendapat bahwa HM Seoharto tidak berhak mendapat gelar pahlawan karena banyak melakukan cacat selama pemerintahannya.

Banyak jasa dan kontroversi dari HM Soeharto, tetapi melihat secara sekilas sejarahnya ternyata memang ia ikut dalam mempertahankan kemerdekaan RI. Bahkan lima belas tahun pertama menjadi Presiden Republik Indonesia bisa dikatakan sangat baik.

Namun menjadikan Indonesia lebih baik ternyata tidak mudah kerena nikmatnya menjadi orang nomor satu di Indonesia ternyata mendatangkan keinginan untuk mendapatkan kuntungan pribadi dan kelompok, sehinggga terjadi korupsi besar-besaran dan menurunnya tingkat kesejahteraan rakyat.

Membahas tentang pemberian gelar pahlawan bagi HM Soeharto, ada empat catatan yang perlu mendapat perhatian. Pertama, bagaimana keaslian Supersemar, dokumen yang asli seharusnya dimiliki oleh HM Seoharto sebagai penerima, namun sampai saat ini dokumen yang asli belum pernah diperlihatkan. Padahal Supersemar adalah salah satu jalan utama HM Soeharto menjadi presiden.

Kedua, pemberian gelar pahlawan pun tidak serta merta diberikan begitu saja, tetapi harus melalui penelitian terlebih dahulu mengenai layak atau tidak seseorang mendapatkan gelar pahlawan. Seperti yang terjadi pada Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno, dimana gelar pahlawan nasional diberikan kepadanya enam belas tahun setelah meninggal dunia.

Ketiga, kesalahan yang terjadi pada masa pemerintahan HM Soeharto, perlu dicatat bahwa itu bukan kesalahan HM Soeharto semata, tetapi kesalahan orang-orang pada masa rejim Orde Baru yang kebanyakan memanfaatkan kedekatannya pada pengusasa saat itu.

Keempat, saat terjadi berbagai korupsi dan pelangaran HAM pada masa HM Soeharto, tidak banyak dari manusia Indonesia saat itu yang berani memprotesnya, sehingga kekerasan terjadi terus menerus.

Saat ini yang lebih baik adalah tidak memaksakan kehendak agar seseorang mendapatkan gelar pahlawan. Bila menganggapnya sebagai pahlawan sebaiknya biarlah itu bagi diri kita sendiri sambil menunggu hasil penelitian apakah lulus “fit and proper test”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: